Perkokoh Kesatuan, Sidang Sinode Istimewa Bersama GMIH Resmi Ditutup di Imanuel Gamsungi

Terkini 23 Jul 2026 09:24 • 3 min read • 152 views • By Marnisto Gula

Share berita ini

Perkokoh Kesatuan, Sidang Sinode Istimewa Bersama GMIH Resmi Ditutup di Imanuel Gamsungi
Rangkaian Sidang Sinode Istimewa Bersama Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) tahun 2026 resmi berakhir.

TOBELO, HALMAHERA UTARA - Rangkaian Sidang Sinode Istimewa Bersama Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) tahun 2026 resmi berakhir. Sidang yang dipusatkan di Jemaat Imanuel Gamsungi, Kabupaten Halmahera Utara ini ditutup hari ini, Sabtu, 26 Juli 2026 melalui ibadah syukur dan doa bersama.

 

Sidang yang berlangsung selama empat hari sejak 23-26 Juli 2026 tersebut diikuti oleh Pimpinan Sinode GMIH, Badan Pekerja Sinode, para Ketua Resort, Pendeta, Penatua, Diaken, serta utusan dari seluruh jemaat GMIH yang tersebar di Halmahera dan wilayah pelayanan lainnya.

Sidang Sinode Istimewa Bersama kali ini mengangkat Tema sentral: “Hendaklah mereka menjadi satu” (Bdk. Yohanes 17:20) dan Sub Tema: “Sidang Sinode Istimewa Bersama Memperkokoh Kesatuan GMIH.”

 

Komitmen Jaga Keutuhan Gereja

 

Ketua Panitia Sidang dalam laporannya menyampaikan bahwa sidang istimewa ini memiliki agenda yang sangat strategis bagi masa depan GMIH. Selain mengevaluasi program pelayanan, sidang juga membahas penguatan tata gereja, penataan organisasi, serta upaya merajut kembali persatuan di tubuh GMIH.

“Tema ‘Hendaklah mereka menjadi satu’ bukan sekadar slogan. Ini adalah doa Yesus sendiri bagi murid-murid-Nya. Kami ingin GMIH kembali pada hakikatnya sebagai gereja yang satu, utuh, dan saling menopang. Perbedaan pendapat harus menjadi kekuatan, bukan pemecah,” ujarnya.

 

Selama persidangan, suasana berlangsung dinamis, demokratis, namun tetap dalam nuansa kekeluargaan dan spiritualitas yang tinggi. Setiap komisi membahas isu-isu aktual, mulai dari pelayanan jemaat di daerah terpencil, pendidikan teologi, pemberdayaan ekonomi jemaat, hingga peran gereja dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di Maluku Utara.

 

Apresiasi Untuk Tuan Rumah

 

Majelis dan Jemaat Imanuel Gamsungi sebagai tuan rumah mendapat apresiasi tinggi dari peserta. Sejak hari pertama, seluruh warga jemaat bergotong-royong menyukseskan acara bersejarah ini.

 

“Kami atas nama Majelis dan Jemaat Imanuel Gamsungi mengucapkan Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Sidang Sinode Istimewa Bersama GMIH. Menjadi tuan rumah adalah berkat dan kehormatan besar bagi kami. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Sinode,” tutur perwakilan Majelis Jemaat Imanuel Gamsungi.

 

Persiapan yang matang terlihat dari tersedianya fasilitas persidangan, akomodasi peserta, hingga spanduk ucapan selamat datang yang terpampang megah di halaman gereja dengan latar gambar bahtera gereja yang sedang berlayar, melambangkan perjalanan GMIH yang terus mengarungi zaman.

 

Harapan Kedepan

 

Pimpinan Sinode GMIH dalam sambutan penutupan menegaskan bahwa keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam sidang istimewa ini harus segera ditindaklanjuti di aras jemaat dan resort.

 

“Sinode boleh selesai, tapi pekerjaan pelayanan baru dimulai. Mari kita pulang dengan semangat kesatuan. Jangan lagi ada sekat. GMIH harus tampil sebagai gereja yang solid, menjadi garam dan terang, serta menjadi berkat bagi masyarakat Halmahera dan Indonesia,” tegasnya.

 

Acara penutupan ditandai dengan perjamuan kasih bersama, penyerahan cinderamata dari tuan rumah kepada Sinode, dan sesi foto bersama seluruh peserta di depan spanduk utama bertuliskan “IMANUEL GAMSUNGI 23-26 JULI 2026”.

 

Dengan ditutupnya sidang ini, warga GMIH menaruh harapan besar agar gereja semakin dewasa dalam berorganisasi, kuat dalam persekutuan, dan teguh dalam kesaksian iman untuk memperkokoh Kesatuan GMIH yang sejati.

Penulis : Marnisto Gula

MalukuNews